Omahati's Blog

Sudut Nyaman Berbagi Cerita tentang Jogja

,

Menikmati Senja dan Kuliner di Rooftop Prawirotaman

Kawasan Prawirotaman selama ini mungkin lebih dikenal sebagai kampung turis yang dipenuhi jajaran hotel, kafe, dan wisatawan mancanegara. Namun, jika bergeser sedikit ke area Prawirotaman II, Anda akan menemukan atmosfer yang jauh lebih dinamis. Berbeda dengan kakaknya di Prawirotaman I, koridor jalan ini menyimpan sebuah landmark bersejarah yang kini bertransformasi menjadi pusat perbelanjaan rakyat termodern di Yogyakarta: Pasar Prawirotaman.

Berlokasi strategis di Jalan Parangtritis No. 103, Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, pasar ini sejatinya telah berakar kuat sejak tahun 1943. Semula, tempat ini beroperasi sebagai pasar lingkungan sederhana. Wajahnya kemudian berubah drastis setelah direvitalisasi dan resmi dibuka kembali pada tahun 2020, menjelma menjadi bangunan megah berstandar modern yang memecahkan stigma usang tentang pasar tradisional.

@omahati.syariah

Rooftop Pasar Prawirotaman, bisa jadi salahsatu pilihan menikmati suasana jogja. Hanya 15menit dr Omah Ati Guesthouse Syariah #prawirotaman #kulinerjogja #guesthousejogja

♬ Faded Ferry Lights – The Marlboro Men

Wajah Baru Pasar Tradisional Empat Lantai Berfasilitas Lift

Menghilangkan kesan kumuh, Pasar Prawirotaman kini berdiri megah setinggi empat lantai yang dilengkapi dengan fasilitas kaum urban seperti eskalator dan lift barang maupun penumpang.

  • Lantai 1 hingga 3: Difungsikan sebagai area pasar rakyat yang bersih dan tertata. Di sinilah denyut perdagangan bahan pokok dijaga, mulai dari sayur-mayur segar, buah pilihan, aneka daging, rempah-rempah Nusantara, pakaian, hingga jajanan pasar.
  • Lantai 4: Berfungsi sebagai ruang kreatif publik yang menyediakan area kerja bersama (co-working), ruang rapat (meeting room), studio foto, studio podcast, fasilitas kesehatan, hingga mini lounge.

Tidak hanya itu, fasilitas penunjangnya pun sangat memadai. Pengunjung tidak perlu pusing mencari tempat parkir karena tersedia area basement yang luas, toilet bersih, serta kemudahan bertransaksi melalui sistem pembayaran digital non-tunai yang sudah diadopsi oleh sebagian besar pedagang.

Menikmati Senja dan Kuliner di Rooftop

Daya tarik lain yang membuat pasar ini tidak pernah sepi pengunjung—terutama menjelang sore hingga malam hari—adalah area rooftop-nya.

Bagian atas gedung ini disulap menjadi pusat kuliner terbuka yang menyajikan beragam pilihan hidangan, mulai dari cita rasa lokal khas Indonesia, menu Western, hingga sajian Chinese food. Duduk santai di sini sembari menikmati santapan favorit ditemani pemandangan matahari terbenam (sunset) kota Yogyakarta memberikan pengalaman rekreasi yang unik dan jarang bisa ditemukan di pasar tradisional lainnya.

Dinamika Para Pedagang: Dari Komunitas Lokal hingga Lintas Kabupaten

Tata letak pasar turut memengaruhi pola jual-beli harian. Pedagang yang menempati kios atau los di lantai dasar biasanya menikmati keunggulan strategis karena pembeli sering kali langsung mendapatkan barang buruannya tanpa harus naik ke lantai atas. Kendati demikian, interaksi antar-lantai tetap berjalan dinamis berkat sistem layanan antar yang diterapkan para pedagang untuk melayani pembeli di tingkat atas.

Menariknya lagi, mayoritas pedagang yang mencari penghidupan di sini bukanlah warga asli setempat. Menurut Martini, salah satu pedagang di lantai dua, sebagian besar pelaku usaha turun-temurun di pasar ini justru berasal dari wilayah Kabupaten Bantul, sementara penduduk asli Kota Yogyakarta sendiri porsinya terbilang minoritas.

Bagi Anda yang ingin meresapi keseharian warga lokal atau berbelanja bahan segar, pasar rakyat ini mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WIB pagi hingga siang hari sekitar pukul 12.00 WIB. Sementara itu, bagi pemburu kuliner dan penikmat suasana malam, area foodcourt di rooftop siap melayani pengunjung hingga pukul 21.00 WIB.